Orang Jepang Berkomunikasi Dengan Cara Menggunakan Honne (Terus Terang, Sesuai Dengan Perasaan dan Kenyataan) dan Tatemae (Basa-basi)

Tidak sedikit orang asing, terutama bangsa Eropa-Amerika yang selalu gamblang berpendapat terhadap lawan bicara, ketika datang bekerja di Jepang mereka merasa tidak puas karena orang jepang tidak berbicara sesuai dengan perasaannya. Mereka tidak pernah tahu apa yang sesungguhnya dipikirkan oleh orang Jepang.

Hal itu memang benar, banyak orang jepang yang tidak suka dan tidak mahir mengungkapkan pendapatnya sendiri di depan orang lain. Ada yang berpendapat hal ini adalah sifat baik yang dimiliki orang jepang. Walaupun saya pribadi tidak setuju dengan pendapat tersebut.

Alasan orang jepang tidak berbicara dengan berterus terang (honne)

Orang jepang seringkali tidak berterus terang, tetapi hal tersebut dikarenakan mereka sendiri tidak ingin terluka perasaannya. Jika mereka mengungkapkan pendapat mereka dengan jelas kepada lawan bicara, maka lawan bicara akan merespon balik dengan tegas pula, baik itu pendapat positif ataupun negatif. Hal tersebutlah yang mereka takutkan.

Tidak berbicara apa adanya (honne) karena tidak ingin melukai lawan bicara

Ada kemungkinan lawan bicara akan terluka ketika berbicara tentang yang sesungguhnya. Misalnya, “Anda itu orang yang egois, tidak pernah mendengarkan perkataan orang lain”, “Anda tidak akan berhasil karena bukan orang yang penurut.”, “Anda menyusahkan orang-orang di sekeliling anda karena lambat dalam pekerjaan”, dan sebagainya.

Walaupun sesuai dengan kenyataan, jika dikatakan secara langsung kepada lawan bicara, ada kemungkinan akan sangat melukai mereka. Karena hal inilah orang jepang tidak berterus terang saat berbicara.

Tidak berkata apa adanya (honne) karena tidak ingin merusak suasana

Berbicara terus terang masih lebih baik jika hanya berkomunikasi antara dua orang, tetapi hal tersebut akan terasa aneh ketika orang-orang sekitar dilibatkan. Bagaimanapun, orang jepang tidak berbicara sesungguhnya karena mereka mementingkan suasana di sekitar terjaga dengan baik (keharmonisan tidak terganggu).

Tidak berbicara apa adanya (honne) karena tidak terlalu tertarik terhadap lawan bicara

Apabila berbicara terus terang, maka lawan bicara akan merespon dengan baik atau buruk. Untuk menerima hal itu, dibutuhkan energi yang besar. Terutama ketika menerima respon negatif bisa menimbulkan tekanan yang sangat kuat terhadap diri sendiri.

Karena mengeluarkan energi yang besar hingga dapat memicu stres saat berbicara sesuai kenyataan terhadap lawan bicara, maka kalau tidak memiliki ketertarikan kepada lawan bicara sebaiknya tidak perlu diungkapkan. Namun, umumnya hanya sedikit orang jepang yang memiliki ketertarikan kuat terhadap lawan bicara. Saking sibuknya, mereka hanya memikirkan diri sendiri.

Cara berkomunikasi dengan orang jepang

Orang jepang tidak berbicara dengan apa adanya (honne). Tidak banyak orang jepang yang ingin mendengar perkataan yang sesuai kenyataan. Ketika berkomunikasi dengan orang jepang yang seperti itu, sebaiknya membicarakan hal-hal yang dasar dan tidak terlalu dalam.

Sebaiknya tidak berurusan ke ranah pribadi lawan bicara dan jangan membantahnya. Walaupun anda memiliki pendapat yang dirasa lebih baik sebaiknya tidak perlu memberikan nasihat. Sangat penting menjaga jarak yang seperti itu, tetapi tidak terlalu jauh. Namun, banyak yang mengatakan hal ini sulit dilakukan.

Satu hal yang berbeda. Jika anda ingin membangun hubungan yang baik dengan banyak orang jepang, maka sebaiknya tidak berterus terang seperti yang sudah diungkapkan di atas. Akan tetapi, jika ingin berteman sebaiknya berbicara dengan sejujurnya (honne). Kita memang harus berhati-hati dalam memilih teman yang bisa kita ajak bicara dengan terus terang, tetapi menurut saya komunikasi yang sesungguhnya adalah hal yang diperlukan dalam pertemanan.

Orang Indonesia pun tidak berbicara apa adanya (honne)

Saya pernah bekerja di perusahaan jepang di Indonesia dan bekerja dengan orang indonesia. Yang saya rasakan adalah dalam lingkungan kerja orang indonesia pun sedikit yang berbicara terus terang.

Mereka berbicara apa adanya dengan teman kerja yang sebaya, tetapi untuk menjaga suasana kantor, banyak dari mereka yang tidak berbicara seperti itu kepada atasan dan senior mereka. Hal itu sama halnya dengan jepang.

Kesimpulan

Banyak yang merasa kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang jepang, bahkan sesama orang jepang pun merasakannya. Berkomunikasi secara basa-basi (tatemae) dan tidak mendalam itu melelahkan. Sebenarnya, dibandingkan melelahkan mungkin terasa hampa.

Namun, jika kapanpun dan dimanapun berbicara sesuai perasaan, maka akan mudah menimbulkan pertikaian dan hal tersebut bisa membuat stres.

Terutama jika bekerja di Jepang, karena harus menjaga lingkungan di sekitar anda, sebaiknya gunakanlah tatemae dan honne saat berkomunikasi.

コメント

この記事へのコメントはありません。