2 Jenis Pekerjaan Bagi Orang Jepang Untuk Bekerja di Indonesia

Ketika melihat orang jepang yang bekerja di Indonesia, mungkin sebagian besar orang Indonesia akan berpikir bahwa mereka “Orang Jepang” mempunyai status pekerjaan yang sama. Akan tetapi, ada 2 jenis pekerjaan bagi mereka, yaitu ”Genchi-Saiyou-Shain (Direkrut oleh pihak lokal)” dan “Kaigai Chuu-zai-in (Perwakilan Kantor luar negeri/Ekspatriat)”. Mungkin kedua kata tersebut terdengar asing, tetapi sebenarnya jika dilihat berdasarkan penghasilan dan fasilitas kesejahteraan, perbedaanya sangatlah besar.

Sebelumnya saya pernah bekerja sebagai Genchi-Saiyou-Shain di perusahaan Jepang yang berada di Indonesia. Sejujurnya, saya sering merasa iri setiap kali melihat pelayanan dan perlakuan yang diberikan kepada para “Kaigai Chuuzai-in”. Karena adanya perbedaan perlakuan terhadap “Genchi-Saiyou-Shain” dan “Kaigai Chuuzai-in”.

Genchi-Saiyou-Shain (Direkrut oleh pihak lokal)

Jenis pekerjaan ini adalah perekrut bukanlah pihak jepang (Kantor Pusat), melainkan kantor cabang di Indonesia (Pihak Lokal) yang merekrut secara langsung. Orang jepang ditunjuk untuk bekerja dengan kontrak perekrutan yang ditangani kantor cabang Indonesia.

Karena kontraknya langsung dari kantor cabang Indonesia, secara umum syarat dan ketentuan kontrak pun disamakan dengan orang Indonesia. Bisa dibilang, dalam ketentuan tersebut kondisinya seringkali jauh lebih baik. Hal ini dikarenakan, jika penghasilan dan yang lainnya sama persis dengan tarif Indonesia, maka jumlah pekerja akan berkurang.

Meskipun para ekspatriat secara pribadi tidak begitu bersedia, mereka sering kali dipaksa untuk memenuhi permintaan perusahaan dan dikirim di pertengahan pekerjaan. Berbeda dengan Genchi-Saiyou-Shain yang memang meminta diri mereka untuk bekerja di Indonesia. Sejujurnya, saya pun memutuskan secara pribadi untuk pindah ke Indonesia.

Kaigai Chuuzai-in (Perwakilan kantor luar negeri/Ekspatriat)

Orang Jepang yang ditugaskan di Indonesia atas perintah kantor dengan kontrak perekrutan yang diterbitkan oleh pihak kantor pusat (Kantor di Jepang). Maka dari itu, karena semua keputusan ditentukan oleh sistem personalia kantor pusat di Jepang, perbedaannya sangatlah besar dengan Genchi-Saiyou-Shain.

Karena para ekspatriat ini adalah orang jepang yang langsung ditunjuk oleh kantor pusat, sebagian besar mereka sering kali ditempatkan sebagai general manager untuk kantor cabang di Indonesia. Dan mereka yang direkrut oleh pihak lokal (Genchi-Saiyou-Shain) akan melaporkan pekerjaan kepada ekspatriat. Walaupun mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman yang masih minim, karena mereka orang yang “ditunjuk kantor pusat” maka tanggung jawab mereka sangatlah banyak, inilah salah satu hal yang aneh dari sistem personalia jepang. Menurut pendapat saya, seharusnya mereka yang memimpin suatu organisasi haruslah orang yang unggul baik dia orang jepang yang dipilih kantor pusat atau direkrut pihak lokal maupun orang indonesia.

Para ekspatriat adalah mereka yang datang ke suatu negara bukan atas kemauan diri sendiri, melainkan atas perintah perusahaan. Apabila dikirimkan ke negara yang diinginkan tentu saja menjadi keberuntungan, tetapi mungkin saja dikirimkan ke negara yang tidak pernah dipikirkan sama sekali atau ke negara yang tidak diinginkan. Berdasarkan ketentuan suatu negara akan sulit untuk membawa anggota keluarga, dan besar kemungkinan harus pergi seorang diri. Selain itu, walaupun negaranya secara pribadi mereka sukai, istri ataupun anak mereka mungkin saja tidak merasa familiar, dan hal ini akan menyebabkan stres bagi keluarga.

Perbedaan Genchi-Saiyou-Shain dan Perwakilan kantor luar negeri/Ekspatriat

Afiliasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Genchi-Saiyou-Shain direkrut secara langsung oleh kantor cabang di Indonesia (Korporasi Indonesia) dan Kaigai Chuu-zai-in/Ekspatriat ditunjuk oleh kantor pusat yang berada di Jepang (Korporasi Jepang). Karena afiliasinya berbeda, maka sistem personalia yang diterapkan pun berbeda.

Pendapatan

Karena Genchi-Saiyou-Shain direkrut oleh pihak lokal, maka pendapatan pun akan disamakan dengan staf Indonesia. Selebihnya, pendapatan akan berubah sesuai dengan kemampuan dan pengalaman mereka, baik itu untuk posisi level staf maupun level manajer.

Sebaliknya, untuk para ekspatriat akan diberlakukan gaji sesuai dengan kantor jepang. Sebagian besar sistem yang berlaku adalah kantor indonesia akan membayarkan sebagian gaji ke dalam rekening di indonesia dan sisanya akan dibayarkan kantor pusat melalui rekening yang ada di jepang.

Asuransi dan Uang pensiun tahunan

Sebagai warga negara Jepang diwajibkan menjadi anggota Kokumin Kenkou Hoken (Asuransi Kesehatan Nasional) dan Kokumin Nenkin (Pensiun Nasional). Walaupun setiap bulannya diharuskan membayar sejumlah uang yang sudah ditentukan, apabila kita menjadi anggota asuransi maka ketika sakit hanya perlu membayar tagihan sebesar 30% saja. Selain itu, dengan menjadi anggota “Pensiun Nasional”, setelah berhenti bekerja di usia 65 tahun kita akan tetap menerima uang dari negara setiap bulannya.

Walaupun sistemnya praktis, Genchi-Saiyou-Shain seringkali kehilangan hak asuransi dan pensiun mereka ketika pindah ke Indonesia. Sebaliknya, para ekspatriat tetap bisa menjadi anggota asuransi dan pensiun (dengan membayar pajak), sehingga ketika kembali ke Jepang mereka bisa dengan mudah melanjutkan asuransi dan pensiun nasional.

Berbagai macam tunjangan

Karena tunjangan Genchi-Saiyou-Shain disamakan dengan staf indonesia, banyak yang tidak mendapatkan tunjangan tempat tinggal (ada beberapa perusahaan yang memberi tunjangan ini). Selain itu, pembayaran untuk tunjangan lain pun hampir tidak ada.

Berbeda dengan para ekspatriat, mereka diberi tunjangan biaya untuk tempat tinggal, supir dan biaya untuk pulang sementara. Berapa besar uang yang dibayarkan akan berbeda sesuai dengan peraturan kantor yang terafiliasi. Sebagai contoh, perusahaan besar seperti Toyota dan Honda tunjangannya banyak, sedangkan perusahaan menengah ke bawah jarang sekali memiliki uang tunjangan.

Jika dibandingkan dengan Genchi-Saiyou-Shain, para ekspatriat tentu saja mendapatkan pelayanan yang lebih baik seperti yang sudah disebutkan di atas. Oleh karena itu, di internet dan sebagainya, Genchi-Saiyou-Shain sering melihat postingan dan kicauan (tweet) yang mengkritik para ekspatriat. Ini hanyalah kecemburuan yang biasa, tetapi pertanyaannya adalah “Mengapa ada perbedaan berdasarkan jenis pekerjaan walaupun sama-sama orang jepang?”.

Menurut saya, karena hal tersebut tidak akan mengubah keputusan perusahaan, mengatakan hal-hal mengenai kecemburuan dan kekecewaan hanya akan membuang waktu saja. Apabila ada ketidakpuasan mengenai tunjangan dari perusahaan, akan lebih cepat jika mereka membuat perusahaan sendiri. Hal ini pun sehat secara mental. Karena kehidupan kita tidak ada jalan lain selain kita sendiri yang membukanya.

コメント

この記事へのコメントはありません。